• Home
  • >
  • KOPAPDI XV, Medan 12-15 Desember 2012
  • KOPAPDI XV, Medan 12-15 Desember 2012

    Stan PT.Kimia Farma dalam KOPAPDI XV,Medan 12-15 Des 2012

     

          Batuk merupakan gejala yang umum ditemukan pada pasien infeksi saluran napas, baik atas maupun bawah. Terkadang, seorang klinisi hanya terfokus pada terapi antibiotic tanpa memperhatikan terapi simtomatik batuknya. Salah satu obat batuk ‘lama’ yang masih dipercaya dan terbukti secara klinis efektif untuk mengatasi berbagai jenis batuk (batuk berdahak dan batuk tidak berdahak) adalah codein. Dalam kongres terbesar penyakit dalam, KOPAPDI XV, Medan, 12-15 Desember 2012, codein diinformasikan oleh PT Kimia Farma, perusahaan farmasi nasional yang memiliki kredibilitas yang sangat tinggi. Produk ini memiliki nama dagang Codipront.Sudah diketahui secara luas bahwa kodein adalah opium (turunan morfin) dari golongan fenantrena. Obat ini memiliki beberapa khasiat bagi pasien, baik dewasa maupun anak.Kodein dapat dikonversikan menjadi morfin sehingga memiliki efek anti-nyeri, meredakan batuk dan sesak napas, serta anti-diare. Kodein memiliki efek antinyeri. Kodein dapat diindikasikan sebagai pereda atau penghilang nyeri hebat yang tidak dapat diatasi dengan analgesic non-opioid. Sebuah studi menemukan bahwa kombinasi antara parasetamol 500 mg/kodein 30 mg tiga kali sehari ditambah natrium diklofenak 50 mg satu kali sehari memiliki efek analgesic yang sama dengan pemberian natrium diklofenak 50 mg dua kali sehari pada pasien artritis reumatoid. Substitusi natrium diklofenak dengan parasetamol dan kodein ini memiliki keuntungan mengurangi efek samping iritasi pada mukosa lambung.

        Secara umum, kodein dapat meredakan nyeri yang menyertai infark miokard, keganasan, kolikrenal atau kolik empedu, oklusi pembuluh darah perifer, pericarditis.akut, dan nyeri akibat trauma seperti luka bakar, fraktur, dan luka pasca-bedah.Efek lain dari kodein adalah anti- diare. Alkaloid morfin dan turunannya secara umum memiliki manfaat menghentikan diare dengan terlibat langsung pada otot polos kolon. Pada pengobatan diare yang disebabkan intoksikasi makanan atau obat lain, pemberian morfin harus didahului dengan pemberian garam katalitik untuk mengeluarkan racun dan mikroorganisme etiologi diare.Khasiat yang paling terkenal dari kodein adalah penghambatan terhadap refleks batuk. Penghambatan ini bermanfaat meredakan batuk iritatif, kering, dan batuk yang sangat mengganggu. Batuk yang seperti ini sangat mengganggu pasien karena menyebabkan pasien tidak dapat tidur, tidak dapat beristirahat, dan nyeri pada dada. Pemberian kodein sebagai antitusif dianjurkan bagi pasien dewasa dan anak-anak.Codipront Cum Expectorant mengandung codein, fenitoloksamin yang merupakan antihistamin yang mempunyai efek pada elergi, guafenesin yang bersifat mencairkan dan melarutkan dahak sehingga berfungsi sebagai ekspektoran, serta ekstrak Thymi yang bekerja sebagai ekspektoran ringan (pada sediaan syrup). Oleh Karen itu, obat ini diindikasikan bagi batuk berdahak yang disebabkan oleh alergi maupun non-alergi. Sementara itu, Codipront Prototype Antitusive mengandung dua zat aktif saja (tidak mengandung bahan ekspektoran), yaitu codein dan fenitoloksamin. Codein jelas berkhasiat untuk menekan refleks batuk pada sentral, serta fenitoloksamin berkhasiat antihistamin yang mempunyai efek anti-alergi. Obat ini dapat diberikan untuk batuk kering iritatif yang tidak berdahak. Penggunaan keduanya sama, yaitu diberikan pada pagi dan sore hari, terbagi menjadi anak-anak usia 2-4 tahun (setengah sendok takar @ 5 ml atau 2,5 ml), untuk anak-anak usia 4-6 tahun (1 sendok takar @ 5 ml atau 5 ml), untuk anak-anak 6-14 tahun (2 sendok takar @ 5 ml atau 10 ml), dan pada anak-anak di atas usia 14 tahun dan dewasa dapat dipakai 1 kapsul atau 3 sendok takar @ 5 ml atau 15 ml. Pemberian dosis ini membuat pasien tetap aktif di siang hari dan penuh ketenangan di malam hari serta meningkatkan kepatuhan pasien.